Three Cara Efektif Membiasakan Anak Mengerjakan Pekerjaan Rumah Tangga

Anak perlu belajar mengelola emosi dan mengatur dirinya untuk tetap fokus. 1,5-2 jam kira-kira adalah waktu efektif yang bisa diberikan kepada mereka untuk belajar di rumah. Jadi, orang tua tidak bisa memaksakan anak untuk “begadang” layaknya orang dewasa. Anak tidak mendapat pengetahuan yang harusnya diperoleh dari proses belajar, sehingga memengaruhi pengetahuannya di kelas selanjutnya. Fondasi belajar anak pun tidak kuat, bukan tak mungkin ia akan semakin kesulitan menyelesaikan tugas yang lebih menantang di kelas lanjutan. Mendaftarkan anak untuk ikut les tambahan dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu anak menyelesaikan pekerjaan rumahnya.

Sebaiknya bantu anak dalam mengoreksi soal yang sudah dikerjakan serta memeriksa kembali yang sudah dia kerjakan. Di sisi lain, tindakan yang dilakukan oleh orang tua tersebut juga dapat membuat anak merasa rendah diri dan tidak mampu dalam mengerjakan suatu hal. Apabila anakmu melakukan kesalahan saat melakukan pekerjaan rumah, jangan pernah mengejek atau memarahinya. Hal tersebut hanya akan membuat mereka malu, kesal, merasa tidak dihargai, dan merasa dirinya tidak mampu melakukan pekerjaan rumah.

Beberapa ilmuan menjadikan rumahnya sebagai tempat pendidikan, antara lain; rumah Abi Muhammad ibn Hatim al- Razi al-Hafiz dalam mempelajari ilmu kedokteran, dan rumah Abi Sulaiman al-Sajastani dalam mempelajari ilmu filsafat dan ilmu mantik. Sebelum perusakan dilakukan bangsa Mongol di Bagdad ada one hundred lebih penjual buku atau toko buku. Kota-kota Sharaz, Basrah, Kairo, Kodova, Fez, Tunis dan banyak kota yang mendukung berlipatgandanya jumlah buku. Atau bangsa-bangsa Timur dan melalui karya-karya berbahasa Arab yang disalin dan disediakan untuk umum. Setiap masjid Jami’ dipimpin seorang syaikh yang diangkat khalifah atau Gubernur. Kegiatan halaqah mengambil tempat di satu sudut atau di seputar pilar dalam masjid.

Moms, anak-anak sangat butuh apresiasi dari para orang dewasa untuk membuat mereka merasa dihargai dan berarti. Setelah diberikan pujian dan apresiasi, anak akan cenderung mengulangi perilaku tersebut. Karena itu, meskipun hasil pekerjaan mereka masih banyak kekurangan, terus beri ia pujian. Di pusat kesehatan, rasakan kemudahan mencari informasi terkait masalah kesehatanmu, mulai dari artikel, cari rumah sakit terdekat dengan lokasimu, hingga konsultasi dengan dokter / pakar kesehatan.

Dengan demikian di masa depan anak Anda tidak akan menghindar dari tugas-tugas yang diberikan baik tugas kecil maupun besar. Ada sejumlah manfaat positif yang bisa diperoleh anak saat dilibatkan dan ikut melakukan pekerjaan rumah tangga. Tak hanya itu, dengan membantu merampungkan tugas rumah tangga, anak pun belajar nilai-nilai penting macam kesabaran, keuletan, bekerja sama, serta etos kerja.

Dalam hal ini, ia telah diikuti oleh al-Farabi, melaluinya, pondasi filsafat menjadi terbangun baik dalam Islam. Bagaimanapun, sejak kekuasaan al-Mutawakkil, Bait al-Hikmah telah menunjukan kemerosotan yang terus-menerus. Khalifah al-Mutawakkil yang berkuasa merupakan seorang penyokong para ulama arthodok, yang kemudian menghacurkan orang-orang Mu’tazilah dan pusat ilmu pengetahuan mereka, Bait al-Hikmah. Meskipun begitu, satu hal yang mesti tidak terlupakan bahwa pembangunan Bait al-Hikmah telah menginspirasi banyak orang, sebagaimana juga para penguasa lainnya untuk mendirikan lembaga-lembaga yang serupa. Salah seorang dari mereka adalah Fatimah yang selama kekuasaan Hakim, telah membangun Dar-el-Hikma di tahun 1005 M.

Membantu anak mengerjakan pekerjaan rumah

Diskusikan ide-ide atau konsep pengerjaan tugas, kemudian eksekusikan berdua. Pada tugas berikutnya, Anda bisa mulai memberikan peran lebih pada anak, dan biarkan ia mengerjakannya tanpa bantuan Anda. Boleh saja sesekali memberi ide, tapi jangan lupa beri juga pujian atau apresiasi untuk hal-hal yang berani ia kerjakan, serta yakinkan ia bahwa tak apa-apa jika salah atau hasilnya kurang sempurna. Anda perlu lebih percaya pada kemampuan anak untuk berkembang dan berproses, dan meyakini bahwa proses memang lebih berharga daripada sekadar melihat hasil. Ketika orangtua mengerjakan PR anak, anak cenderung menganggap PR itu bukan suatu hal yang menjadi tanggung jawabnya.

Ramod