Cara Mengatasi Anak Susah Makan

Jika si kecil tidak mau makan sayur, cobalah bereksperimen dengan membuat bumbu dan saus celup untuk sayuran. Agar asupan gizinya tetap terpenuhi, Anda bisa coba membuat menu sup wortel yang dilengkapi dengan potongan sosis atau bakso. Anak pada usia 1 atau 2 tahun biasanya mulai aktif bergerak, bermain, atau beraktivitas. Itulah saat mereka mulai lupa waktunya makan, atau terlalu asyik bermain sehingga merasa malas dan tidak mau memotong waktu bermainnya untuk makan.

Seorang dokter pasti akan memberikan sebuah solusi terbaik dan akan memberikan pelayanan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Lakukanlah apa yang dokter anjurkan dan hindarilah apa yang dilarang oleh dokter. Setelah bisa berjalan, si kecil gemar bereksplorasi dengan lingkungannya. Apalagi ketika memasuki usia 2 tahun, aktivitasnya semakin banyak saja. Ini mungkin membuatnya sulit untuk duduk manis dan makan dengan tenang. Untuk menyiasatinya, berikan ia cemilan sehat dalam porsi kecil namun beragam.

Terapkan disiplin jika anak memiliki kebiasaan memainkan makanannya, mengobrol saat makan, atau tidak mau makan di meja makan. Kurangilah hal-hal yang dapat mengurangi perhatiannya untuk makan, seperti televisi atau mainan. Berikan batasan waktu makan sehingga anak belajar untuk tidak bermain-main dengan makanan dan membuat waktu makannya menjadi lama. Menciptakan suasana yang menyenangkan menjadi cara untuk mengatasi bayi yang susah makan. Untuk kondisi tertentu seperti bayi sakit, sangat mungkin bagi si kecil kehilangan nafsu makan, sehingga menolak makanan yang Bunda berikan.

Bagaimana cara untuk mengatasi anak yang susah makan

Sebaiknya, biasakan anak untuk makan tiga kali makanan utama dan dua kali makanan selingan di antara waktu makan utama. Hal ini membuat porsi makannya lebih pas saat waktu makan tiba. Sudah dari jaman nenek moyang, bila Anda diminta memilih makanan yang manis dan pahit, pastinya Anda memilih makanan yang manis.

Dengan begitu, otot motorik si kecil akan terbentuk dan ia bebas bereksplorasi dengan makanannya. Menurut Rini Hildayani MSi, Psychologist, seorang psikolog anak, bahwa hindari untuk mengajak anak jalan-jalan, nonton TV, atau bermain gadget ketika makan. Memang dalam praktiknya cara ini lumayan ampuh, anak bahkan bisa lahap untuk menyantap masakan ibu. Keluarga di rumahlah faktor terdekat yang mempengaruhi nafsu makan si kecil. Jika ayah, ibu, atau saudaranya malas makan, si kecil akan ikut-ikutan untuk malas makan. Begitupun ketika ia sedang asyik bermain, biasanya sering lupa diri, mengabaikan perutnya yang harus diisi.

Adapun anak yang lebih besar lebih menerima jenis makanan apa pun yang diberikan. Solusi anak susah makan sering dicari oleh ibu yang memiliki anak balita, maupun anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Anak dan balita yang sudah bisa memakan makanan berat atau padat seperti nasi dengan menu makanannya sering membingungkan ibu. Ketika anak tidak suka dengan makanan yang disajikan oleh ibunya, anak tidak mau memakan makanan tersebut. Anak yang sibuk bermain biasanya juga mengalami susah makan dikarenakan anak tersebut lebih suka bermain dibandingkan makan. Cara seperti ini bisa dilakukan disaat tertentu untuk menjaga asupan gizi anak tetap terpenuhi dengan baik.

Orang tua si kecil belum ada upaya untuk coba memberikan suplemen atau vitamin yang bisa meningkatkan kembali nafsu makan anak. Ataupun sudah memberikan vitamin penambah nafsu makan, tetapi belum tahu apa yang menyebabkan anak sulit makan. Jika hal ini dibiarkan, maka bisa menimbulkan komplikasi serta gangguan tumbuh kembang anak. Beberapa suggestions di atas bisa Ibu coba jika anak mengalami susah makan. Hindari mengancam, menghukum atau menakut-nakuti anak agar ia makan lebih banyak karena hal ini akan membuatnya merasa bahwa saat makan merupakan saat yang tidak menyenangkan. Setelah Ibu tahu penyebabnya, maka Ibu akan lebih mudah memberinya makan walaupun hanya itu yang ia mau.

Pada usia ini, bayi sering memegang makanan sendiri, maka dapat diberikan biskuit atau pisang . • Perhatikan makanan yang disukai anak dan kombinasikan dengan menu keluarga. Momen makan bersama ini juga menjadi kesempatan untuk Anda mengedukasi si kecil tentang makanan apa yang sebaiknya rutin dikonsumsi jika ingin memiliki tubuh yang sehat. Bunda bisa menyajikan wortel atau brokoli yang dipotong tipis dengan sedikit saus salad. Anak-anak mungkin suka saus tomat atau saus berbahan dasar lainnya seperti yogurt. Agar lebih sehat, buatlah saus atau bumbu dengan bahan segar yang dibuat sendiri di rumah ya Bunda.

Ramod