Cara Mengendalikan Emosi Anak Sesuai Tahapan Usianya

Tetapi melakukan yang terbaik untuk memberi anak-anak rasa rutinitas selama waktu ini akan membantu mereka tetap aman. Anak-anak berkembang dengan rutinitas, dan memastikan mereka makan secara teratur dan cukup tidur penting untuk kesehatan emosional dan fisik mereka. Jadi, penting untuk tetap berpegang pada waktu tidur yang sudah ditentukan. Makan bersama keluarga jika memungkinkan, dan memastikan hari-hari anak dapat diprediksi dalam hal aktivitas juga penting.

Untuk itulah, Ibu perlu menahan diri dan memikirkan efeknya jika akan marah pada anak. Jika Ibu memikirkan ulang hal tersebut, maka hasrat untuk marah pada anak pun akan berkurang. Padahal, sebenarnya jika dipikir ulang, kesalahan si kecil hanyalah sepele. Misal hanya menumpahkan susu ke karpet atau tidak sengaja muntah karena kekenyangan.

Sayangnya banyak orang tua memilih mengabaikan emosi yang sedang ditunjukkan anak. Seperti misalnya saat mereka menangis karena terjatuh, kebanyakan orang tua selalu mengatakan “Sudah, ngga usah nangis lagi ya. Maksud dari orang tua bisa saja baik agar anak tak bersedih terlalu lama. Cara berikutnya dalam mengatasi emosi anak yang meledak-ledak adalah dengan berlaku baik. Anda dan semua orang dewasa harus menunjukkan sikap yang sopan, santun, dan empatik. Jika Anda punya anak yang emosinya meledak-ledak, tidak usah sedih dan berkecil hati.

Jika anak Anda memiliki kesulitan dalam berbahasa, ia mungkin juga kesulitan berbicara tentang perasaan. Melibatkan anak-anak dalam kegiatan melukis, menari atau lainnya menjadi salah satu cara untuk menyalurkan emosinya dengan cara yang kreatif dan positif. Kadangkala kesulitan anak untuk mengungkapkan emosinya dalam kata-kata terjadi karena kemampuan komunikasinya masih dalam tahap perkembangan. Cerita yang baik mengenai kemarahan serta emosi lain merupakan alat bantu penting bagi perkembangan tingkah laku anak, tentunya dengan dukungan dari kita sebagai orangtuanya. Pujian yang indah dan balasan yang besar ini diberikan karena sebatas menahan emosi. Bagaimana lagi jika ditambahkan dengan sikap memaafkan atau bahkan membalasnya dengan kebaikan.

Menggunakan kata-kata yang negatif justru akan menambah emosi negatif orang tua. KONTAN.CO.ID -Anak-anak biasanya belum bisa mengontrol emosinya dengan baik. Sering kali anak akan tantrum atau marah jika tidak merasa puas dengan sesuatu. Bestmom.id, Tangerang – Dalam kehidupan berkeluarga atau berumah tangga, pasti akan selalu ada lika-liku kehidupan yang memancing amarah atau emosi, baik itu dari ayah, ibu, ataupun anak-anak. Sebagai seorang ibu yang baik, kita harus bisa mengetahui cara yang tepat untuk mengendalikan emosi.

Seringkali kita jumpai anak usia 3 sampai 5 tahun marah dengan orang dewasa di sekitarnya dan yang paling sering dengan orangtuanya, sehingga kita melihat sang anak menangis, menjerit-jerit bahkan sampai mengguling-gulingkan badannya di lantai. Yang paling sering kita lihat hal itu terjadi di toko mainan atau makanan, karena sang anak meminta mainan namun tidak dibelikan oleh orangtua. Sebenarnya orangtua tidak salah dengan tidak membelikannya namun ada sesuatu hal yang lain dibalik itu semua.

Tidak hanya itu saja, bahkan berbagai keputusan penting dalam hidup kita pun banyak dipengaruhi oleh emosi. Oleh karenanya tidak berlebihan jika dikatakan bahwa secara umum, emosi memainkan peranan yang penting dalam kegagalan maupun keberhasilan individu dalam kehidupannya. Bagaimanapun juga, kemarahan lebih baik diekspresikan daripada dipendam dalam hati. Namun, cara mengekspresikan kemarahan harus dikontrol agar tidak berlebihan.

Sebenarnya Madrasah yang didirikan di Indonesia sebelum kemerdekaan ialah prototype pendidikan Belanda dengan segala sistemnya. Mulai sistem managemen serta pendekatan pembelajaran yang klasikal. Bedanya hanya satu, yakni madrasah sudah ‘diislamkan’ dengan masuknya muatan pembelajaran agama Islam di dalamnya. Kata ‘madrasah’ berasal dari kosakata bahasa Arab, darasa, yadrusu, darsan, Madrasah, yang berarti tempat belajar.

Setelah kemerdekaan Indonesia 1945, dinamika pendidikan Islam di Negara yang baru terbentuk mengalami dinamika yang cukup berarti, terlebih setelah terbetuknya Kementrian Agama yang mulai resmi berdiri Januari 1946. Di mana lembaga pemerintahan ini memperjuangkan pendidikan Islam secara politis, dengan dibentuknya suatu bagian khusus yang mengurusi masalah pendidikan Agama. Metode pengajian pasaran adalah kegiatan belajar para santri melalui pengkajian materi tertentu pada seorang kiyai/ustadz yang dilakukan oleh sekelompok santri dalam kegiatan terus menerus selama tenggang waktu tertentu. Pada umumnya dilakukan pada bulan Ramadhan selama setengah bulan, dua puluh hari, atau terkadang satu bulan penuh tergantung pada besarnya kitab yang dikaji. Berbahasa Arab menjadi kebiasaan dipergunakan di pesantren, baik di kalangan para kiyai maupun di kalangan para santri. Syekh Arsyad menyulap tanah tersebut menjadi sebuah perkampungan yang di dalamnya terdapat rumah-rumah, tempat pengajian, perpustakaan dan asrama para santri.

Cara  mengkontrol emosi kepada anak

Saat emosi membakar hati, banyak tindakan maupun perkataan yang bisa saja kita keluarkan untuk meluapkan emosi yang dirasakan. Namun, jika Anda membaca artikel ini, tetap selalu ingat bahwa segala bentuk kekerasan, baik verbal maupun non-verbal bisa menyakiti orang lain. Terkadang, tindakan dari anggota keluarga atau pasangan kita memang salah, namun mereka juga manusia yang tidak luut dari kesalahan.

Ramod